Primbon Jodoh Islam, Ini Dia Cara Islam Meramalkan Jodoh Seseorang

Primbon Jodoh Islam, Ini Dia Cara Islam Meramalkan Jodoh Seseorang – Ramalan jodoh memang tak pernah ada dalam Islam, tidak sama seperti adat Jawa yang menyatakan bahwa weton kelahiran menentukan dua orang boleh berjodoh atau tidak. Islam memiliki cara sendiri untuk memprediksi bagaimana jodoh seseorang kelak akan datang. Termasuk jodoh, semua urusan manusia sebenarnya sudah dituliskan Allah dalam kitab suci Al Qur’an. Allah telah menceritakan semuanya, termasuk primbon jodoh Islam. Bagi semua kalangan umat Islam tenang saja, Allah sudah menuliskan jodoh orang di lauhul mahfudz dan jodoh ini harus kita jemput. Dengan cara apa kita menjemput jodoh dalam Islam?

Primbon Jodoh Islam sebenarnya adalah Surat An Nuur ayat 26, dimana bunyinya :

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Primbon Jodoh Islam ini jelas menunjukkan bahwa satu satunya jodoh orang adalah ditentukan dari sikapnya sendiri, jika akhlaknya baik maka akan mendapat jodoh yang baik. Sebaliknya jika dia punya akhlak yang buruk tentu berjodoh dengan orang yang buruk akhlaknya pula. Jodoh dalam Islam adalah cerminan diri, cerminan hati kita. Lalu bagaimana cara kita menjemput jodoh yang baik dalam Islam?

Cara Menjemput Jodoh Menurut Primbon Jodoh Islam

Jika primbon jodoh Islam menyatakan jika lelaki baik untuk wanita baik dan begitupula wanita baik hanya untuk pria baik maka salah satu cara yang paling mudah adalah mengubah diri menjaadi lebih baik lagi. Menjadi orang baik karena Allah karena dan mengharap ridho Allah. Ingat, Allah Bersama orang yang bertaqwa dan beriman kepada-NYA. Jadi disarankan oleh banyak ulama bahwa kita perlu memperbaiki diri kita agar kelak mendapatkan jodoh yang baik. Sehingga sangat penting bagi kita untuk memperbaiki karakter, sikap, dan kepribadian sesuai yang telah diajarkan dalam Islam.

Dalam adat jawa, sebelum menikah kita harus menentukan neptu namun tidak demikian dalam primbon Jodoh Islam. Allah memerintahkan umatnya untuk melakukan istikhoroh supaya kita diberi petunjuk apakah dia adalah orang yang baik untuk kita atau tidak. Jika dalam istikhoroh dia keluar sebagai gambaran jodoh kita, maka hati semakin mantap menjalankan pernikahan. Jika tidak artinya Allah kurang merestuinya.

Seperti yang ada di dalam Surah Al-Furqon ayat 74 : “Ya Allah, berikanlah kami anugrah istri dan keturunan kami sebagai penggembira hati, serta jadikanlah kami imam untuk orang-orang bertakwa.”

Ramalan jodoh itu sebenarnya tak perlu dipercaya karena Islam sendiri tidak mengenal apa itu ramalan. Terkecuali dengan ramalan yang sudah ada di dalam Al Quran mengenai hari kiamat, akhir zaman, dan lain sebagainya. Ramalan mengutarakan apa yang akan terjadi di masa depan, jodoh, dan lain sebagainya. Namun jika menggunakan ramalan untuk berhati hati niat karena ingin membenahi kehidupan maka tidak menjadi masalah. Yang pasti primbon Jodoh Islam mengajarkan kita mengamalkan surat Al Furqon ayat 74 jika ingin mendapatkan jodoh yang baik untuk masa depan.

Demikian rincian dan penjelasan singkat tentang primbon Jodoh Islam, semoga bermanfaat untuk kita semua. BARAKALLAH.