Azimat, Memberi ataukah Diberi Kekuatan?

Pada hakikatnya azimat atau yang sering orang Jawa bilang sebagai Jimat merupakan suatu benda yang mati, pasif. Azimat tak akan memiliki arti tanpa adanya pihak yang membantunya memberi kekuatan. Sebagai contoh, tongkat Nabi Musa, AS yang hanya sebatang kayu merupaka benda mati, lalu mengapa tongkat tersebut mampu membelah lautan? Tentu atas seizin Allah lah tongkat Nabi Musa ini menjadikan mukjizat baginya yang memiliki kekuatan luar biasa. Jika kita menengok kisah lain, yaitu kisah dari Nabi Sulaiman AS yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas tentang tahta Nabi Sulaiman. Konon ceritanya, Kharisma Nabi Sulaiman yang terdapat dalam cincin yang dikenakannya itu dicuri oleh setan saat beliau ke kamar kecil. Seketika itu juga sang Nabi kehilangan pamor dan kewibawaannya. Semua rakyat mencemooh dan disia-siakan oleh rakyatnya sendiri. Atas kejadian ini Nabi Sulaiman kehilangan tahta kerajaannya. Akan tetapi setelah cincinnya kembali melalui perantara ikan jiri, maka Nabi Sulaiman bertahta kembali. Dengan kejadian-kejadian ini orang percaya bahwa suatu saat Allah bisa saja menitipkan anugerah dan kekuatanNYA dalam benda-benda mati. Sehingga pada hakikatnya, kekuatan yang ada dalam azimat bersumber dari satu dzat, yaitu kekuatan Allah SWT.

ilmu pengasihan

Hal yang amat diperhatikan adalah kehati-hatian dalam memanfaatkan benda-benda mati sebagai azimat, karena jika hati sedikit goyah maka lubang kesyirikan akan menghadang. Azimat tidak serta merta membuat orang menjadi kuat, azimat tak memberikan kekuatan pada orang yang memilikinya. Dalam pembuatannya azimat diisi dengan tirakat atay riyadhah berupa puasa, do’a dan wirid serta hajat-hajat lainnya. Perjuangan secara batiniah terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa agar berkenan memberikan karunia berupa berkah atas apa yang dihajatkan. Sehingga jika sebuah azimat benar-benar menyimpan kekuatan maka itu berarti Allah telah mengabulkan do’a sang pembuat azimat tersebut. Para ahli hikmah yang lebih mengetahui tentang rahasia ilmu huruf berpendapat bahwa setiap huruf memiliki karakter dan chodam tersendiri sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan azimat.